Ternyata Alasannya Adalah Hal Ini Umar Di Benci Dan Dibunuh

Ternyata Karena Hal Ini Umar di Benci dan Dibunuh  Ternyata Karena Hal Ini Umar di Benci dan Dibunuh

Informasi Islam mengenai penyebab kenapa umar begitu dibenci dan dibunuh dengan tragis oleh orang Persia, ternyata begitu memilukan, tidak hanya itu kebencian orang persia atau kini dinamakan dengan negara Iran masih terus berlanjut. Sebenarnya mirip apakah sejarah yang melatarbelakanginya?

Assalamualaikum Sobat Islam semuanya, saat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam diutus ada dua Imperium besar yang disegani oleh bangsa Arab yaitu Imperium Romawi yang beragama Katolik dan imperium persia yang beragama majusi. Ajaran agama majusi dikenal dengan penyembahannya kepada matahari, bulan, Air, dan Api. Mereka menyakini bahwa Tuhan pencipta ada dua, ilahi yang menciptakan kebaikan yaitu cahaya dan yang menciptakan keburukan yakni kegelapan.Kedua Tuhan tersebut selalu bermusuhan sampai hari akhir zaman.

Di hadapan imperium Persia dikala itu bangsa Arab merupakan bangsa yang rendah, Mereka melihat bangsa Arab sebagai budak yang tidak bermartabat sama sekali. Semasa Hidup Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam telah disampaikan surat usul pada tiga raja untuk masuk Islam. Surat pertama kepada raja Mesir, Ia merespon dengan mengirim hadiah pada nabi, Kedua Raja Romawi Timur, Byzantium yang beribukota di Konstantinopel merespon sekedarnya,  Adapun surat ketiga pada Kaisar Persia yang merobek-robek surat nabi alasannya merasa terhina.

Islam Arab yang gres lahir dengan wilayah kecil namun lancang memaksa pemimpin negara adidaya Persia untuk masuk Islam. Mendengar surat tercabik nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam lantas berujar: "kerajaan Persia juga akan tercabik cabik sebagaimana Ia merobek suratku".

Sepeninggalan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, Abu Bakar as-siddiq memimpin selama 2 tahun. Persia mulai mengganggu wilayah perbatasan kedaulatan muslimin. Abu Bakar lantas mengirim Khalid bin Walid ra, salah satu sahabat korban caci maki Syiah menjawab tantangan Persia. Panglima perang Khalid yang mendapat gelar Saifullah (Pedang Allah) oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ini berhasil mengalahkan setiap pertempuran dengan pasukan kekaisaran Persia yang jumlahnya selalu lebih banyak dari muslim. Lebih dari 100 ribu tentara Persia tewas akibat bentrok dengan pasukan Khalid, artinya lebih dari 50.000 istri dan anak dari tentara persia yang tewas bersedih marah dan dendam pada Khalid.

Belum tamat Persia Tumbang lalu Khalid dipindah ke Medan Syria menghadapi pasukan besar di Byzantium yang juga takluk dibawah kilatan pedang Khalid bin Walid. Khalifah Abu Bakar wafat digantikan Umar Bin Khattab Radiallahu anhu sebagai khalifah. Umar menunjuk Saad bin Abi Waqqash dalam perang penentuan dalam pertempuran dahsyat yang dinamakan perang Qadisiah yang balasannya menyebabkan kehancuran kerajaan Persia.

Pasca kekalahan telak persia di hadapan kaum muslimin tidak ada pilihan lain bagi orang-orang Persia kecuali menyerah dan masuk Islam namun ternyata tidak banyak dari mereka yang cantik keislamannya, sebagian besar masuk Islam sebab terpaksa bahkan sebagian dari mereka masuk Islam dengan cara membuat makar dan menusuk Islam dari dalam.

Orang-orang Persia begitu paham bahwa tokoh utama dibalik kehancuran kerajaan mereka adalah Amirul Mukminin Umar Bin Khattab Radiallahu anhu. Mereka pun bekerja sama dengan orang romawi dari yahudi berencana untuk membunuh Umar. Umar wafat ditusuk belati beracun oleh Abu Luluh dikala memimpin salat. Abu Luluh yakni seorang majusi yang berpura-pura masuk Islam namun Ia menyimpan dendam pada Umar yang pada periode kepemimpinan telah menciptakan imperium Persia yang berusia 1000 tahun lenyap dari muka bumi.

Setelah meninggalnya Umar Bin Khattab ternyata orang orang syiah majusi masih belum juga berhenti memerangi dia sampai saat ini kita masih mampu menyaksikan kebiasaan mereka mencela dan menghina Umar Bin Khattab, bahkan jikalau kita membaca kitab-kitab mereka kita akan menemukan Banyak sekali kejahatan dan pengkafiran kepada para sahabat nabi secara umum dan khususnya kepada Abu Bakar dan Umar Bin Khattab. Sebagai contoh disebutkan dalam Roudlotul kaffi, 2 orang tersebut adalah Abu Bakar dan Umar Bin Khattab meninggalkan dunia dan belum bertaubat serta tidak mengingat apa yang telah mereka lakukan terhadap Amirul Mukminin Ali Bin Abi adalah berupa merampas kekuasaan berdasarkan mereka.

Di sisi lain kita justru menyaksikan bagaimana mereka begitu bersimpati kepada pembunuh Khalifah Umar Bin Khattab yaitu Abu Luluh bahkanmereka memperlihatkan gelar kepada Nya sebagai as shahid seorang yang mati syahid dan seorang tokoh pemberani. Mereka pun menjadikan kuburannya yang bertempat di Kota Kassan negara Iran sebagai kawasan ibadah yang dikeramatkan.

Inilah yang menjadi motif timbulnya dendam kaum Persia atau Syiah terhadap Umar sehingga kaum syiah terlibat dalam ibadahnya selalu melaknat Umar, selain itu mereka juga melaknat Abu Bakar, Usman, Aisyah, dan Khalid bin Walid.
wallahualam Bishawab

Subscribe to receive free email updates: